Kebetulan kemaren baru baca buku Harun Yahya tentang keajaban Al-Qur’an yang telah disadur oleh Rika Hermawan dan akhirnya muncul perasaan dalam hati rasa ingin untuk sedikit berbagi pengetahuan mengenai kebesaran ALLAH SWT yang telah menjelaskan proses terciptanya alam semesta dalam Al-Qur’an 1400 tahun lalu melalui mulut nabinya yang mulia Sayidina Rasulillah Muhammad Ibn Abdillah SAW .
Segala puji bagi ALLAH, Dialah Tuhan yang maha esa, yang tidak berbapak dan Tidak berAnak, yang awal dan yang akhir, yang maha melihat lagi maha mendengar, yang maha menciptakan sesuatu dari yang tidak ada menjadi wujud. Dialah pencipta dan pemilik alam semesta yang sejati, seperti yang telah disampaikan dalam Al-Qur’an : “Dialah pencipta langit dan bumi ” (6:101)
ALLAH menjelaskan melalui Al-Qur’an bahwa sesungguhnya Langit dan Bumi berasal dari suatu zat yang padu (tunggal) dan kemudian dipisahkan : ” Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? “ (21:30).
Kata “ratq” yang di sini diterjemahkan sebagai “suatu yang padu” digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan “Kami pisahkan antara keduanya” adalah terjemahan kata Arab “fataqa”, dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari “ratq”. Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini. Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat “fatq” (suatu yang). Keduanya lalu terpisah (“fataqa”) satu sama lain.
subhanALLAH, maha suci ALLAH, Dialah yang maha benar. kalau kita menilik pada teori ilmiah modern hal yang disampaikan dalam Al-Qur’an ini sangatlah bersesuaian, kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, termasuk langit dan bumi beserta dimensi materi dan waktu, berasal dari suatu titik materi tunggal yang kemudian mengalami ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan “Big Bang”, membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal yang kemudian terus mengembang (Expanding). Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.
Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur’an 1.400 tahun lalu oleh Nabi yang buta huruf. Sesungguhnya inilah tanda-tanda kebesaran ALLAH bagi orang yang berfikir.

Big Bang
”Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda(kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?“ (41: 53).
SUBHANALLAH
Maha Suci ALLAH..:)
blogmu mayan serius Gaf.. Lanjutkan !!
..
soal iptek dalam Qur’an (meski tidak semua 100% bisa match, krn iptek pun berkembang), memang tidak perlu diragukan. Tapi yg masih meragukan adalah kemampuan peng-iman Quran (muslim) untuk mengembangkan iptek
G serius kq bos, ada juga yang santai..:D
btw, Al-Qur’an itu kan berlaku sepanjang masa, jadi g mungkin g match dengan Iptek selama Ipteknya sudah terbukti secara Ilmiah dan bukan cuma Hipotesa saya yakin insyaALLAH pasti match..;)
kalau seakan-akan g match mungkin pemahamannya terhadap Al-Qur’an yang masih belum benar atau mungkin juga IPTEKnya yang keliru, contohnya soal peredaran matahari, di Al-Qur’an disebutkan bahwa matahari beredar pada jalurnya (seakan-akan Al-Qur’an setuju dengan teori Geosentris), sekitar 20 tahu lalu mungkin ini kelihatan g match dengan IPTEK karena saat itu yang diyakini adalah teori Heliosentris dimana Matahari diposisikan sebagai pusat TataSurya yang steady di posisinya, ternyata sekarang terbukti Al-Qur’an yang benar karena mataharipun beredar pada jalurnya di galaksi..:D